' Black Box Sukhoi Ditemukan, 31 Jenazah Korban Dievakuasi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Black Box Sukhoi Ditemukan, 31 Jenazah Korban Dievakuasi

Black Box Sukhoi Ditemukan, 31 Jenazah Korban Dievakuasi

Written By Lingkar Jabar On-Line on Friday, June 1, 2012 | 10:32 AM


BOGOR (LJ)  - Black box atau kotak hitam pesawat Sukhoi Superjet 100 sudah ditemukan terpisah dari ekor pesawat pada Selasa (15/5) malam. Black box ini paling dicari tim SAR selain jasad korban penumpang Sukhoi. Pasalnya, di dalam benda ini berisi data mengenai penerbangan dan teknis Sukhoi yang menjadi petunjuk untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat kebanggaan negeri Rusia tersebut.Dalam keterangan pers-nya di Posko Balai Embrio Ternak Cipelang, Kampung Pasir Pogor, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Komandan Komando Resort Militer 061/Suryakencana Kolonel (inf) AM Putranto membenarkan soal penemuan benda yang diduga kuat kotak hitam tersebut. 
Menurutnya, Black box itu telah dikonfirmasikan kepada tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).Kotak hitam itu tampak berwarna hitam yang biasanya berwarna oranye. Ini terjadi kemungkinan karena kotak tersebut terbakar. Namun Tatang Kurniadi diwawancara di Metro TV menyebutkan bahwa itu kemungkinan baru satu bagian dari kotak hitam. “Black box itu ada sepasang. Nanti coba saya cek lagi,” ujarnya. Sementara menurut Komandan Tim Evakuasi Marinir, Letkol Oni Junianto, benda diduga Black Box sukhoi superjet 100 ditemukan oleh tim Federasi Panjat Tebing (FTI) yang melakukan penyisiran di tebing lokasi jatuhnya pesawat.“Ya itu yang menemukan orang dari FTI di bawah (jurang).
 Kemudian diserahkan pihak Dandim dan kemudian dibawa tim Kopassus ke posko Basarnas,” kata Letkol Oni.Benda yang ditemukan itu berwarna oranye. Namun belum bisa dipastikan apakah benar benda itu black box. Pastinya benda itu diserahkan untuk dicek. “Tadi infonya itu black box, cuma benda itu agak kosong. Penyerahan sudah dilakukan, nanti tunggu saja pengumumannya,” jelasnya.Sementara itu, memasuki hari ketujuh proses evakuasi korban pesawat Sukhoi.Superjet 100 di Gunung Salak-Bogor, sudah 31 kantong jenazah yang telah terevakuasi. Pada hari ke tujuh ini, meski dihadang kondisi cuaca buruk seperti kabut dan angin kencang, tim SAR gabungan mampu menurunkan tiga kantong jenazah dari lokasi jatuhnya pesawat. 
“Terakhir pengiriman kantong jenasah tadi pukul 15.30 WIB, dikirim ke Bandara Halim Perdanakusuma. Saat ini masih ada beberapa kantong lagi yang akan diturunkan. Insyallah semuanya dapat terangkut,” papar 
Koordinator Evakuasi sekaligus Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana, Kolonel Inf  AM Putranto, di Posko kendali evakuasi Sukhoi di Cipelang, Kabupaten Bogor, Selasa (15/5) malam.Menurut dia, evakuasi pada hari ketujuh cukup kondusif  meski cuaca kurang mendukung karena angin kencang dan 
kabut yang menyelimuti puncak Gunung Salak. 
Saat ini personel yang masih berada di atas sebanyak 512 orang. Mereka akan ditugaskan untuk mengevakuasi serpihan jenazah yang berada di atas pohon. “Kemungkinan beberapa pohon akan ditebang. Karena posisi potongan jenazah ada yang tersangkut di atas pohon,” katanya.Untuk operasi pada Rabu (15/5) ini, tandas Kolonel Putranto, tim SAR akan dilengkapi sarung tangan, masker dan cairan disinfektan. Karena ada kemungkinan, jenazah yang sudah tujuh hari akan mengeluarkan bakteri yang dapat menyerang sistem kesehatan para pesonel SAR. Dia menambahkan, tim SAR Indonesia dan Rusia juga akan menggelar rapat koordinasi untuk evaluasi pelaksanaan evakuasi korban Sukhoi. “Kami mengundang pihak Rusia untuk hadir dalam rapat koordinasi bersama, dan pihak Rusia menyanggupinya mereka datang pukul 20.00 WIB,” katanya seraya menambahkan pemanggilan pihak Rusia untuk membahas strategi apa yang akan dilakukan dalam operasi tersebut.
Ia menyebutkan, pihak Rusia sepenuhnya di bawah pengawasan Indonesia. Apa pun yang mereka lakukan harus di bawah komando dan izin dari posko. “Kami ingin tidak ada lagi “miss communication” antara kedua pihak. Karena pihak Rusia harus memahami aturan main di sini, dan mereka tidak bisa melakukan apa pun tanpa berkoordinasi dengan Indonesia,” ujarnya.Tim Rusia yang sudah di Gunung Salak, saat ini posisinya sudah bergerak turun. Mereka saat ini berjumlah 12 orang. Tugas utama tim Rusia membantu evakuasi material pesawat dan kemungkinan kotak hitam. Namun, hingga hari ketujuh, katanya, keberadaan kotak hitam masih kabur dan terus dalam upaya pencarian. Q MON 

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger